kamu tau apa yang perlu kamu ketahui tentang cinta?
Tentang apa yang aku telah dapatkan?
Aku mengerti jika cinta memang tak harus memiliki
Sungguh, kau bisa dan itu dipilihanmu tuk mencintai tanpa harus memiliki
Namun resiko di tanggung sendiri..
Kau juga bisa memilih untuk memiliki lalu mencintai, itu pilihanmu, bebas bebas saja
Namun kau harus mengerti jika kau punya kelemahan, dan kau harus mengerti dan faham apa yang bisa membuat dirimu jatuh dan hancur berkeping-keping
Kau harus bisa antisipasi karena dirimu itu tak hidup untuk cintamu terhadap lawan jenis yang kau bangga-banggakan dengan status, ribuan kata cinta dan memory
Kau punya keluarga, kau punya cita, kau punya Tuhanmu
Kau harus tau kau tak boleh hancur dan kau lebih kuat dari itu
Allah itu pasti sudah menyiapkan cinta yang paling suci dan indah, jika kau memperindah dirimu dulu
Aku sangat bersyukur telah merasakan secuil kisah tak indah yang membuatku remuk
Namun aku tak merasa yang paling menderita, tidak
Aku sudah tau dan mengerti dan aku menjadi lebih mengenal dan memahami diriku, sifatku, wataku
Dan aku sadar apa yang harus ku tekan dari sifat jelekku, dan apa yang harus aku tingkatkan,
Aku sadar cinta itu bukan sekedar omong kosong
Dan tak bisa kau parameterkan dengan apapun kecuali keikhlasan
Tak jarang orang mencintai, menjalin hubungan, manis di awal dan bermula dengan kata serius, namun tak kah kau mengerti waktu berputar, dan semua dapat berubah?
Mencintai berarti kau komit,
Mencintai itu menyerahkan dirimu
Kau memutuskan untuk melangkah kemana dan kau tentu harus punya tujuan
Masalah perasaan, itu akan menyesuaikan dan memang waktu yang akan bisa merubah
Bagaimana denganku?
Apa sudah ada tujuan kah diriku?
Ya tentu saja ada, sudah, sudah aku patri di sini, tak terlalu jauh dan tak terlalu dekat di depan mataku
Sedang aku disiplinkan diriku untuk selalu komit terhadap itu
Bagaimana perasaanmu?
Ya itu sedang berusaha aku atur, aku mulai bangga dan memaafkan diriku, aku memberi penghargaan atas perjuangan kerasanya selama ini, menahan rasa sakit dan aku akan membahagiakan perasaanku
Kau siap dengan segala konsekuensinya?
Tidak mau menjadi munafik, untuk sekarang belum, namun aku sedang berusaha, dan saat ada nait baik, Allah pasti meridhoi dan membimbing, Allah know the best
Pesan?
Untuk orang yang sedang jatuh cinta, kau yang menggantungkan hidup dan perasaanmu padanya, ku sarankan batasi dirimu, ingat dari mana asalmu, dan jangan pernah duakan Tuhanmu. Kau dari awal terlahir tanpa apa-apa, dan kau harus siap akan halyang terburuk. People change and people go.
Mendekatlah dengan sahabatmu, temukan sahabat yang bisa membantumu berdiri..
Kau yang sedang gila karena cinta, sadarlah segera, jangan jadikan dirimu seperi benda rawan pecah yang sedang di letakan di atas pucuk ketinggian. Kau harus siap hancur dan jatuh. Namun sadarlah,siapkanlah mentalmu dan amunisi mu untuk berjuang kembali dengan separuh dirimu yang hilang.
Kendalikan emosimu dan pahami dirimu sebelum memahami orang lain
Kau kuat dan kau bisa, kau tau kau bisa karena kau itu adalah suatu yang istimewa
Teruntuk : Adik remaja ku yang sudah mengenal cinta, sahabat-sahabatku yang sedang menjadi dewasa bersama, Mama yang sudah beranjak tua dan semua wanita yang sedang jatuh cinta dengan lelaki yang dianggapnya segala.
Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts
Friday, April 12, 2013
Wednesday, April 10, 2013
Mencintai Langit
MENCINTAI LANGIT
Tolong ajari aku mengendalikan rindu
yang meliar bagai perdu di padang hatiku
Cinta lama yang bertahun-tahun kutebas
sepertinya selalu menolak meranggas
Akarnya yang keras menghunjam terlalu dalam
menembus dunia kelam tempat hasratku bersemayam
Tolong ajari aku menerjemahkan pahit
yang perih menggigit tiap mataku menatap langit
Ke mana saja kupalingkan kepala
ia selalu ada menyungkup semesta
Kucintai birunya dengam cinta paling purba
kudamba jingga senjanya dengan rindu tanpa jeda
sementara jarak tetap saja membentang panjang
menggerus tahun-tahun lenggang
Tolong ajari aku berhenti bermimpi
...kini
Sebab padang hatiku jadi terlalu sunyi untuk kutinggali sendiri
Jemu menjamu sejoli pembunuh rindu
-jarak dan waktu-
berharap mereka segera menerkamku
dan mengakhiri kesia-siaan ini
di ambil dari novel 'LANGIT PENUH DAYA' oleh Dewie Sekar
09.03 pm
1 agustus 2010
yogyakarta
Tolong ajari aku mengendalikan rindu
yang meliar bagai perdu di padang hatiku
Cinta lama yang bertahun-tahun kutebas
sepertinya selalu menolak meranggas
Akarnya yang keras menghunjam terlalu dalam
menembus dunia kelam tempat hasratku bersemayam
Tolong ajari aku menerjemahkan pahit
yang perih menggigit tiap mataku menatap langit
Ke mana saja kupalingkan kepala
ia selalu ada menyungkup semesta
Kucintai birunya dengam cinta paling purba
kudamba jingga senjanya dengan rindu tanpa jeda
sementara jarak tetap saja membentang panjang
menggerus tahun-tahun lenggang
Tolong ajari aku berhenti bermimpi
...kini
Sebab padang hatiku jadi terlalu sunyi untuk kutinggali sendiri
Jemu menjamu sejoli pembunuh rindu
-jarak dan waktu-
berharap mereka segera menerkamku
dan mengakhiri kesia-siaan ini
di ambil dari novel 'LANGIT PENUH DAYA' oleh Dewie Sekar
09.03 pm
1 agustus 2010
yogyakarta
Saturday, December 1, 2012
Berjuang melawan kekurangan
Pertama kali menginjak kan kaki dirumahku, Si Cebi keliatannya takjub banget serta kebingunan. Dia nggak henti-henti nya sembunyi. Aku yang waktu itu pun lagi pusing, cuman tiduran sama Cebi di atas tempat tidur. Setelah itu jam 8an malem aku baru sempat ngasih makan Cebi. Setelah Cebi selesai makan dan minum, Cebi aku kasih obat cacing yang dari Dokter. Alhamdulillah Cebi nurut dan nggak meronta-ronta. Jadi keinget waktu dulu sering ngasih Abel obat :( Jadi kembali ke masa-masa awaktu Abel sakit dan masih hidup. :'( oke kembali ke topik, setelah itu Cebi yang kenyang dan ternyata mengantuk, masuk ke dalam rumah-rumahnnya yang aku buatin dari kerdus. Dia masuk tapi melihat keluar, aku iseng mengambil lidi dan ujungnya aku kaitkan dengan plastik, khas mainan Abel dulu. Nah, aku gerak-gerakin dengan cepat di depan Cebi. Mancing reaksinya gitu.. Tapi Cebi cuman ngeliatin, tapi mata nya membulat, seperti Abel waktu diajak main dan lagi 'hunting'. 'Ayo Cebi, Ayo' aku memancing Cebi untuk berdiri. Tapi dia enggak berdiri-diri juga. Akhirnya aku sadar, kalau dia seperti itu bukan karena nggak mau, tapi mungkin saja karena dia nggak bisa. Tangannya kanbukan seperti tangan Abel yg bisa menangkap-nangkap sesuatu dengan cepat. :( Oh so sad but true..Aku sampai terharu dan nangis waktu itu. Orang cacat diluar sana juga mungkin mereka awalnya seperti Cebi, namun kebanyakan dari mereka berlatih dan bisa melakukan hal yang sebelumnya menjadi keterbatasan mereka. Aku jadi lebih bersyukur diciptakan lengkap tanpa kurang apapun.Jadi Cebi harus lebih banyak berlatih biar bisa jadi seperti kucing normal.
Setelah makan, Cebi tidur. Aku pun tidur.. Tapi Oh....jam set5 aku dibangunkan dengan suara seperti ada yang mengais-ngais di bawah tempat tidurku. Dan Jeeeeeng.. Cebi eek TT.TT Aku enggak nyyalahin dia sih, wajar aja toh pintu kamar aku tutup dan pasti dia kebelet. Akhirnya aku bangun awal, sholat lalu setelah itu membersihkan kotorannya Cebi. Tempat tidur ku sampai lepas penyangga nya gara-gara aku tarik-tarik :( Akhirnya pagi itu pun sebelum kuliah aku jadi beres-beres kamar sama Mama. Waah, olahraga deh itung-tung :D
Lalu sepulang kuliah, aku langsung ngampirin Cebi yang ternyata setelah aku cari-cari dia bersembunyi di samping kursi ._. Dia masih takut kalau mendengar suara derap langkah kaki, banyak sekali suara di rumah ku yang membuat dia bersembunyi -__- Oh Cebi, lama-lama kamu juga akan terbiasa :)
Tapi aku keheranan melihat perut Cebi yang gendut banget, kenapa dia enggk buang kotoran ya? Apa gara-gara makanan yang aku berikan? oh :( liat entar malam lah.
Setelah itu aku membawa Cebi ke atas loteng, aku ajak Cebi makan disana, tapi waktu aku tinggal sebentar ke bawah, lagi-lagi Cebi menemukan tempat persembunyian yang baru -__- dia hampir aja masuk ke bawah loteng, dan bakalan repot banget ngeluarin nya kalau sampai dia masuk. Untung saja aku sempet narik Cebi. Setelah itu, aku mengajari Cebi naik ke atas kerdusnya dan memanjat ke atap. Cebi bisanya memanjat bukan meloncat seperti kucing-kucing lain. Tapi sebenarnya dalam keadaan ketakutan dan dikejar-kejar, Cebi itu bisa melompat -__- Yah setelah jatuh bangun berlatih, akhirnya Cebi bisa naik ke atap :D Cebi the sxplorer pun mulai menjelalajah atap dan oh No Cebi, dia menemukan tempat epersembunyian lagi. Oke, petualangan dihentikan sampai disini. Kalau dia sampai masuk ke sana, aku yang repot -___-
Malamnya Cebi aku beliinbedak kutu, pasir tempat dia buang kotoran, dan juga makanannya. Cebi pinter sekali lho, setelah aku letakan dia di atas pasirnya, dia langsung saja buang air besar :)) Malam itu dia dua kali buang air besar dan sekali buang air kecil.D
Dia juga suka sama makanan keringnya dan mau dikasih vitamin :)) Cebi penurut lho..
Kucing pintar :))
Sepertinya Mama dan Nasya juga udah jatuh cinta sama Cebi, semoga kami bsia merawat Cebi dengan baik ya n.n
Setelah makan, Cebi tidur. Aku pun tidur.. Tapi Oh....jam set5 aku dibangunkan dengan suara seperti ada yang mengais-ngais di bawah tempat tidurku. Dan Jeeeeeng.. Cebi eek TT.TT Aku enggak nyyalahin dia sih, wajar aja toh pintu kamar aku tutup dan pasti dia kebelet. Akhirnya aku bangun awal, sholat lalu setelah itu membersihkan kotorannya Cebi. Tempat tidur ku sampai lepas penyangga nya gara-gara aku tarik-tarik :( Akhirnya pagi itu pun sebelum kuliah aku jadi beres-beres kamar sama Mama. Waah, olahraga deh itung-tung :D
Lalu sepulang kuliah, aku langsung ngampirin Cebi yang ternyata setelah aku cari-cari dia bersembunyi di samping kursi ._. Dia masih takut kalau mendengar suara derap langkah kaki, banyak sekali suara di rumah ku yang membuat dia bersembunyi -__- Oh Cebi, lama-lama kamu juga akan terbiasa :)
Tapi aku keheranan melihat perut Cebi yang gendut banget, kenapa dia enggk buang kotoran ya? Apa gara-gara makanan yang aku berikan? oh :( liat entar malam lah.
Setelah itu aku membawa Cebi ke atas loteng, aku ajak Cebi makan disana, tapi waktu aku tinggal sebentar ke bawah, lagi-lagi Cebi menemukan tempat persembunyian yang baru -__- dia hampir aja masuk ke bawah loteng, dan bakalan repot banget ngeluarin nya kalau sampai dia masuk. Untung saja aku sempet narik Cebi. Setelah itu, aku mengajari Cebi naik ke atas kerdusnya dan memanjat ke atap. Cebi bisanya memanjat bukan meloncat seperti kucing-kucing lain. Tapi sebenarnya dalam keadaan ketakutan dan dikejar-kejar, Cebi itu bisa melompat -__- Yah setelah jatuh bangun berlatih, akhirnya Cebi bisa naik ke atap :D Cebi the sxplorer pun mulai menjelalajah atap dan oh No Cebi, dia menemukan tempat epersembunyian lagi. Oke, petualangan dihentikan sampai disini. Kalau dia sampai masuk ke sana, aku yang repot -___-
Malamnya Cebi aku beliinbedak kutu, pasir tempat dia buang kotoran, dan juga makanannya. Cebi pinter sekali lho, setelah aku letakan dia di atas pasirnya, dia langsung saja buang air besar :)) Malam itu dia dua kali buang air besar dan sekali buang air kecil.D
Dia juga suka sama makanan keringnya dan mau dikasih vitamin :)) Cebi penurut lho..
Kucing pintar :))
Sepertinya Mama dan Nasya juga udah jatuh cinta sama Cebi, semoga kami bsia merawat Cebi dengan baik ya n.n
![]() |
| Cebi the explorer |
![]() |
| Pose nya si Cebi :)) |
Labels:
Cabi the Cat,
happines,
hope,
love
Location:
Sleman 55561, Indonesia
Thursday, November 29, 2012
Pertemuan Pertama
Entah lah apa yang direncanakan Allah SWT untuk ku..
DIA pertemukan aku denga seekor mahlukc ciptaannya yang begitu ringkih namun entah mengapa memikatku..
Pertama kali melihat mahluk itu, aku terkesima, dia berdiri diatas kedua kaki belakangnya dia melihat kearah datangnya aku dan kedua temanku yang sedang berniat mencari sarapan di fakultas pertanian UGM, namun langkahku terhenti dan dengan tergesa gesa aku menghampiri mahluk itu,kucing itu, yang dia tak menghindar saat aku berusaha menggendongnya.
"Aah.." aku terkejut, kucing itu kedua kaki depannya cacat, pantas saja dia berjalan terseok-seok dan dapat berdiri dengan kedua kaki belakangnya seperti kelinci. Namun dia begitu lucu, bulunya putih namun kusam dan kotor, ya wajar saja dia kucing liar yang tak terawat, matanya besar berwarna hitam ke abu abuan, menatapku ingin tahu, mungkin baru kali ini ada orang yang mau menggendongnya, mungkin banyak perlakuan tak pantas yang telah diterima nya selama ini.Lalu aku dan kedua temanku, Cendy dan Bulan, bertanya-tanya apakah gerangan yang telah terjadi pada kucing kecil ini, sehingga kedua kaki depannya menjadi seperti itu. Apakah cacat bawaan lahir? Atau...tulang kakinya patah karena sesuatu? Membayangkan dugaan aku bergidik, seperti apakah kesakitan yang kucing kecil itu rasakan? Padahal pada waktu itu aku perkirakan umurnya mungkin baru sekitar 3 atau 4 bulan. Sedangkan melihat dari bentuk fisiologi tubuhnya, sepertinya dia telah beradaptasi cukup lama dengan kedua kaki seperti itu. Dia sudah bisa berjalan dan bahkan meloncat. Aku terus saja menggendong kucing itu. Entah kenapa aku ingin sekali merawatnya. Aku kagum dan salut, subhanallah sekali. Kucing kecil itu bisa bertahan sampai sejauh ini. Aku ingin merawatnya hingga dia besar, sehat. Aku kagum melihat kelincahannya. Walau memiliki kekurangan, kucing itu tetap bersemangat bergerak kesana kemari, ya khas anak-anak lah.
Lalu setelah berdiskusi, Bulan mencetuskan panggilan untuk kucing itu, yaitu Cebi. Kepanjangan dari cat rabbit, hahaha. Pas sekali ya. Kami bertiga pun sepakat memanggilnya Cebi.
Setelah ebberapa menit duduk tidak jelas disitu, kami bertiga memutuskan untuk mencari makan di tempat lain, karena kantin FTP saat itu brlum semua buka. Kami pun memutuskan pergi ke kantin hukum. Selama perjalanan aku terus menggendong Cebi, dalam benakku aku bingung, bagaimana ya cara membawa Cebi ke rumah? Dan gimana ya apa diberi izin untuk metawat Cebi dirumah? Lalu tiba-tiba saja aku kepikiran untuk membawa Cebi ke rumah sakit dokter hewan Prof.Soeparwi. Cendy dan Bulan setuju untuk menemaniku kesana. Pada akhirnya kami makan di kantin fisipol.Aku membelikan Cebi sepotong ikan ukuran besar, dan Cebi menghabiskannya dengan lahap.Perutnya langsung menjadi buncit, dan selama perjalanan ke rumah sakit hewan, dia tertidur. Sesampainya dirumah sakit dan setelah diperiksa, dokter bilang bahwa Cebi tidak memiliki penyakit serius, dia hanya kekurangan nutrisi, mungkin saja juga cacingan, dan kutuan. Ya maklum namanya juga kucing liar.Setelah saya tanyakan tentang kakinya, dokter itu menjelaskan untuk kepastian lebih baik di rongent. Tapi dokter itu sempat bilang kemungkinan ini patah. Dan akan sulit untuk mengembalikan ke ke keadaan normal. Ya sudah lah, maaf ya Cebi aku tak punya biaya untuk merawatmu dengan perawatan medis yang mahal :(. Setelah itu Cebi disuntuik vitamin dan dibersihkan telinga dan hidungnya. Aku dibekali tips-tips serta vitamin dan obat cacing untuk Cebi.
Setelah itu, terjadi kejadian yang konyol. Aku dengan teledornya membiarkan Cebi turun dari bangku dan dia akhirnya masuk ke bawah kulkas. Cebi yang tampaknya masih penakut, tak mengerti dipanggil dan dia tak mau keluar. Dengan bantuan seorang office boy dan apoteker disana, akhirnya Cebi mau keluar. Oh, sungguh malu dan sangat merepotkan! Aku berkali kali minta maaf dan berterima kasih kepada orang-orang yang menolongku tadi. Lalu kami berempat pun pulang (ohya, Diyan akhirnya ikutan kerumah sakit hewan). Setelah itu mereka bertiga mengantar Cebi kerumah, dan aku menyusul menggunakan sepeda.Oh ada kejadian yang tidak mengenakan disini, aku dimarahi oleh datok dan nenek. Dan belakangan aku tau kalau Cendy, Diyan dan Bulan juga kecipratan kemarahan nenekku. Aku menjadi sangat tidak enak :( Bantuan mereka sungguh sangat berarti. Dan mereka mendukungku merawat Cebi. :)
DIA pertemukan aku denga seekor mahlukc ciptaannya yang begitu ringkih namun entah mengapa memikatku..
Pertama kali melihat mahluk itu, aku terkesima, dia berdiri diatas kedua kaki belakangnya dia melihat kearah datangnya aku dan kedua temanku yang sedang berniat mencari sarapan di fakultas pertanian UGM, namun langkahku terhenti dan dengan tergesa gesa aku menghampiri mahluk itu,kucing itu, yang dia tak menghindar saat aku berusaha menggendongnya.
"Aah.." aku terkejut, kucing itu kedua kaki depannya cacat, pantas saja dia berjalan terseok-seok dan dapat berdiri dengan kedua kaki belakangnya seperti kelinci. Namun dia begitu lucu, bulunya putih namun kusam dan kotor, ya wajar saja dia kucing liar yang tak terawat, matanya besar berwarna hitam ke abu abuan, menatapku ingin tahu, mungkin baru kali ini ada orang yang mau menggendongnya, mungkin banyak perlakuan tak pantas yang telah diterima nya selama ini.Lalu aku dan kedua temanku, Cendy dan Bulan, bertanya-tanya apakah gerangan yang telah terjadi pada kucing kecil ini, sehingga kedua kaki depannya menjadi seperti itu. Apakah cacat bawaan lahir? Atau...tulang kakinya patah karena sesuatu? Membayangkan dugaan aku bergidik, seperti apakah kesakitan yang kucing kecil itu rasakan? Padahal pada waktu itu aku perkirakan umurnya mungkin baru sekitar 3 atau 4 bulan. Sedangkan melihat dari bentuk fisiologi tubuhnya, sepertinya dia telah beradaptasi cukup lama dengan kedua kaki seperti itu. Dia sudah bisa berjalan dan bahkan meloncat. Aku terus saja menggendong kucing itu. Entah kenapa aku ingin sekali merawatnya. Aku kagum dan salut, subhanallah sekali. Kucing kecil itu bisa bertahan sampai sejauh ini. Aku ingin merawatnya hingga dia besar, sehat. Aku kagum melihat kelincahannya. Walau memiliki kekurangan, kucing itu tetap bersemangat bergerak kesana kemari, ya khas anak-anak lah.
Lalu setelah berdiskusi, Bulan mencetuskan panggilan untuk kucing itu, yaitu Cebi. Kepanjangan dari cat rabbit, hahaha. Pas sekali ya. Kami bertiga pun sepakat memanggilnya Cebi.
Setelah ebberapa menit duduk tidak jelas disitu, kami bertiga memutuskan untuk mencari makan di tempat lain, karena kantin FTP saat itu brlum semua buka. Kami pun memutuskan pergi ke kantin hukum. Selama perjalanan aku terus menggendong Cebi, dalam benakku aku bingung, bagaimana ya cara membawa Cebi ke rumah? Dan gimana ya apa diberi izin untuk metawat Cebi dirumah? Lalu tiba-tiba saja aku kepikiran untuk membawa Cebi ke rumah sakit dokter hewan Prof.Soeparwi. Cendy dan Bulan setuju untuk menemaniku kesana. Pada akhirnya kami makan di kantin fisipol.Aku membelikan Cebi sepotong ikan ukuran besar, dan Cebi menghabiskannya dengan lahap.Perutnya langsung menjadi buncit, dan selama perjalanan ke rumah sakit hewan, dia tertidur. Sesampainya dirumah sakit dan setelah diperiksa, dokter bilang bahwa Cebi tidak memiliki penyakit serius, dia hanya kekurangan nutrisi, mungkin saja juga cacingan, dan kutuan. Ya maklum namanya juga kucing liar.Setelah saya tanyakan tentang kakinya, dokter itu menjelaskan untuk kepastian lebih baik di rongent. Tapi dokter itu sempat bilang kemungkinan ini patah. Dan akan sulit untuk mengembalikan ke ke keadaan normal. Ya sudah lah, maaf ya Cebi aku tak punya biaya untuk merawatmu dengan perawatan medis yang mahal :(. Setelah itu Cebi disuntuik vitamin dan dibersihkan telinga dan hidungnya. Aku dibekali tips-tips serta vitamin dan obat cacing untuk Cebi.
Setelah itu, terjadi kejadian yang konyol. Aku dengan teledornya membiarkan Cebi turun dari bangku dan dia akhirnya masuk ke bawah kulkas. Cebi yang tampaknya masih penakut, tak mengerti dipanggil dan dia tak mau keluar. Dengan bantuan seorang office boy dan apoteker disana, akhirnya Cebi mau keluar. Oh, sungguh malu dan sangat merepotkan! Aku berkali kali minta maaf dan berterima kasih kepada orang-orang yang menolongku tadi. Lalu kami berempat pun pulang (ohya, Diyan akhirnya ikutan kerumah sakit hewan). Setelah itu mereka bertiga mengantar Cebi kerumah, dan aku menyusul menggunakan sepeda.Oh ada kejadian yang tidak mengenakan disini, aku dimarahi oleh datok dan nenek. Dan belakangan aku tau kalau Cendy, Diyan dan Bulan juga kecipratan kemarahan nenekku. Aku menjadi sangat tidak enak :( Bantuan mereka sungguh sangat berarti. Dan mereka mendukungku merawat Cebi. :)
Kisah selanjutnya menyusul ya...
![]() |
| Cabi yang sedang tertidur pulas sekali |
| ||
| Ini dia kaki depan Cebi, bengkoknya tidak wajar |
Labels:
Cabi the Cat,
hope,
love
Location:
Sleman 55561, Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)


